Nyaman Dalam Ketidak Nyamanan

Ini “syndrome” yang mengerikan namun ada sensasi menggelikan gimanaaa gitu … Mungkin para sahabat pernah mengamati perilaku seseorang yang baru saja tertimpa masalah, kecenderungan yang biasa muncul yaitu wajah nampak muram, letih dan lesu seperti kekurangan sel darah merah gitu deh … Perilaku yang nampak ini biasanya diharapkan akan mendapatkan respon dari orang-orang sekitar seperti teman ataupun anggota keluarga. Biasanya berupa pertanyaan atau hal-hal yang “berbau” perhatian lainnya.

Nah, karena mendapatkan perhatian dan dipedulikan oleh berbagai pihak, biasanya bawah sadar menangkap “sensasi” nyaman dan aman. Dan karena belum memiliki kontrol diri yang cukup baik, maka orang tersebut biasanya membawa permasalahan yang dihadapinya dengan tetap menampakkan wajah yang muram, sedih dsb. agar mendapatkan perhatian lagi dari orang yang lainnya.

Perilaku ini tidak akan pernah putus atau terhenti sebelum orang tersebut merasa cukup dengan bentuk perhatian atau kepedulian orang-orang disekitarnya. Hampir seperti CaPer (Cari Perhatian) dengan kesan yang terkadang “lebay”.

Perasaan ingin dipedulikan dan ingin mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitar ini lah yang menjebak dan menjerumuskan orang untuk mengalami NYAMAN DENGAN KETIDAK NYAMANAN.

Secara sadar mungkin ia menyadari dirinya sedang bermasalah, dilain sisi ia membutuhkan rasa nyaman dengan harapan membantu meringankan beban perasaan yang sedang dialaminya.

Perilaku seperti ini seringkali dialami oleh para remaja modern yang kebanyakan masih ingin merasa diakui keberadaannya (eksistensi-nya), proses penemuan jati diri dan menjalani awal kehidupan romansanya.

Mekanisme koping, manajemen diri, manajemen masalah merupakan proses yang perlu dipelajari oleh setiap manusia. Bila kemampuan ini belum sepenuhnya dikuasai dengan baik, maka secara otomatis diri akan menjadi lebih mudah tertekan, frustasi, stress hingga depresi.

Oleh sebab itu, bagi setiap hypnotherapist ada baiknya untuk memberikan pengetahuan dan juga wawasan kepada setiap client-nya tentang manajemen diri dan manajemen masalah. Sehingga setiap client therapy dapat secara mandiri dan tidak tergantung pada hypnotherapist ketika setiap kali ia bertemu atau dihadapkan permasalahan dalam hidup. Sehingga dengan secara sadar dan dalam kendali ia menjadi tahu bagaimana mengendalikan dirinya disaat bermasalah.

Memberikan wawasan tentang hal ini biasanya dapat diberikan pada sesi terakhir, semisal dalam kontrak 4 kali sesi hypnotherapy maka pada sesi ke 4 inilah waktu yang bisa dikatakan tepat untuk membekali client dengan kemampuan manajemen diri dan manejemen masalah.

Comments are closed.